1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...Loading...

JAMUR (FUNGI)

Filed in Biologi , Konten Bahan Ajar 30 comments

  

 

Penyusun :  Elin Darliah

Pengajar Biologi kelas XI SMAN 2 Tasikmalaya

 

1. Standar Kompetensi

Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup.

2. Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur, berdasarkan hasil pengamatan, percobaan dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan.

3. Indikator Pencapaian

Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat :

a. Menjelaskan ciri-ciri umum divisio dalam kingdom Fungi.

b. Menjelaskan dasar pengelompokkan Fungi.

c. Menggambar struktur tubuh jamur dari berbagai golongan.

d. Membedakan berbagai golongan jamur berdasarkan morfologinya.

4. Kegiatan Belajar

4.1. Kegiatan Belajar 1

4.1.1. Uraian dan Contoh

Ciri – Ciri Umum Jamur

Fungi atau jamur termasuk organisme eukariotik yang tidak berkhlorofil, bersifat heterotrofik .

(Fungi lack chlorophyll,the green pigment that enables plant to make their own food, consequently ,fungi can not synthesize their own food the way plants do. In order to feed , fungi release digestive enzymes that break down food outside their body, the fungus then absorbs the dissolved food through its cell walls.)

Berdasarkan sumber makanannya Fungi ada yang bersifat parasitik dan ada yang bersifat saprofitik.

Fungi yang hidup parasitik mendapat makanannya dari bahan organik yang masih menjadi bagian dari inang yang hidup. Beberapa Fungi ini menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan dan manusia.

Fungi yang bersifat saprofitik mendapatkan makanannya dari bahan organik yang sudah mati . Sebagai organisme saprofitik jamur dapat menghancurkan (menguraikan) sampah , kotoran hewan, bangkai hewan dan bahan organik lain. Atas perannya tersebut maka jamur tergolong pengurai.

Beberapa fungi mampu bersimbiosis mutualisma dengan organisme lain yaitu hidup bersama dengan organisme lain agar saling mendapatkan keuntungan, misalnya akar dari kebanyakan tanaman mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan untuk membentuk mikoriza. Mikoriza mampu meningkatkan kapasitas penyerapan nutrient dari akar tanaman.

STRUKTUR FUNGI

Walaupun terdapat fungi yang uniselluler seperti contohnya Ragi (khamir) , kebanyakan jamur bersifat multiselluler yaitu tersusun dari banyak sel yang dikenal dengan miselium . Miselium terdiri dari jalinan benang-benang yang bercabang ke berbagai arah . Tiap filamen dari miselium disebut sebagai hifa. Kebanyakan hifa disusun dari sel – sel yang memanjang dan dindingnya pada umumnya diperkuat dengan kitin.

Hifa ada yang bersekat , tiap sekat merupakan satu sel dengan satu atau beberapa inti sel. Adapula hifa yang tidak bersekat , yang mengandung banyak inti dan disebut senositik.

Picture1

REPRODUKSI JAMUR

Perhatikan Bagan life cycles jamur di bawah ini !

 

Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian reproduksi pada jamur umumnya terjadi dalam dua cara , yaitu secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).

Pada pembiakan seksual terjadi persatuan dua buah hifa (suatu proses yang disebut plasmogami) ,kemudian nukleus berpasangan tetapi tidak segera bersatu dan berkembanglah miselium dikariotik(2 inti sel). Akhirnya nukleus bersatu menghasilkan tahapan diploid (2n) , penyatuan inti ini disebut karyogami. Sel-sel diploid kemudian mengalami meiosis menghasilkan spora-spora haploid (n) yang disebut juga spora seksual.

Pembiakan aseksual yaitu dengan cara :

  1. Pembentukan spora aseksual ( spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis yang terjadi di dalam sporangium, askus atau basidium). Spora tumbuh membentuk hifa.
  2. Pembelahan tubuh atau bertunas

Yaitu terbentuknya semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna . Cara reproduksi tersebut biasa terjadi pada jamur uniselluler misalnya ragi.

KLASIFIKASI JAMUR

Kingdom Fungi terbagi menjadi 4 divisio yaitu :

  1. ZYGOMYCOTA
  2. ASCOMYCOTA
  3. BASIDIOMYCOTA
  4. DEUTEROMYCOTA

4.1.2. Latihan 1

1) Jamur atau fungi termasuk organisme eukariotik yang tidak berklorofil, hidup saprofitik atau parasitik.

Dapatkah anda menjelaskan pernyataan di atas ?

2)     Dalam suatu ekosistem jamur digolongkan ke dalam dekomposer, mengapa demikian ?

4.1.3. Kunci Jawaban latihan 1

1) Lihat bagaimana cara jamur memperoleh makanannya.

2) Salah satu cara hidup dari jamur adalah  bersifat saprofitik, dengan mencari pengertian dari kata saprofitik ini anda dapat memperoleh gambaran mengenai jawaban pertanyaan ini.

4.1.4. Rangkuman

 Fungi adalah organisme yang tidak berkhlorofil , bersifat heterotrof (parasitik atau saprofitik). Kebanyakan jamur bersifat multiselluler dengan  hifa bersekat atau tidak bersekat. Jalinan hifa membentuk miselium. Umumnya jamur mengalami life cycles dengan membentuk spora seksual dan aseksual.

4.2. Kegiatan Belajar 2

 DIVISI  ZYGOMYCOTA

4.2.1. Uraian dan Contoh

The Zygomycota include approximately 900 terrestrial species, including many important decomposers, mycorrhizal fungi, and parasites of spiders and insects. One of the most common zygomycetes is black bread mold, often found on bread, fruit, and other food products. The fungus looks like a fuzzy growth with tiny black dots at the tips of the fuzz. The black dots are sporangia growing at the ends of special hyphae.

Struktur tubuh

–         Hifa bercabang banyak,bersekat atau tidak bersekat

–         Dinding sel sel tersusun atas kitin

fungi9

Reproduksi ZYGOMYCOTINA

 

Perhatikan bagan life cycles Zygomycota di bawah ini !

Pembiakan Zygomycota terjadi secara seksual dan secara aseksual.

Pembiakan aseksual

Pembiakan aseksual pada jamur zygomycota  dengan spora. Daur hidup dimulai dari pertumbuhan spora menjadi benang hifa yang bercabang-cabang membentuk miselium. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membentuk sporangium.Sporangium yang masak berwarna hitam. Sporangium kemudian pecah dan spora tersebar. Spora yang jatuh di tempat sesuai akan tumbuh membentuk miselium baru.

Pembiakan seksual

 -         Hifa dari talus (+) dan talus (-) saling berdekatan

–         Masing-masing hifa pada sisi tertentu mengalami pembengkakan dan pemanjangan . Bagian hifa demikian disebut gametangium.

–         Dinding gametangium pecah dan inti (+) bergabung dengan inti (-) membentuk inti diploid (2n) (Peristiwa PLASMOGAMI yang diikuti oleh  KARYOGAMI) . Persatuan dua gametangium (+) dan gametangium (-) membentuk zigospora yang berisi banyak inti diploid.

–         Zigospora tumbuh, dindingnya menebal dan berwarna hitam, di dalamnya juga berisi makanan cadangan antara lain lemak. Inti diploid hanya satu yang hidup , yang lainnya mengalami degenerasi. Inti ini membelah secara meiosis dan hanya satu dapat terus hidup. Zigospora akan beristirahat dalam waktu yang lama.

–         Setelah lama beristirahat spora dapat tumbuh jika ada substrat yang cocok , membentuk sporangium dengan sporangiofor. Inti haploid membelah secara mitosis menjadi inti spora yang terbentuk pada sporangium.

–         Jika sporangium matang dindingnya akan robek dan sporanya tersebar, menghasilkan spora (+) dan spora (-) .

–         Spora tumbuh menjadi miselium baru.

Beberapa contoh anggota Zygomycota :

Rhizopus stolonifer /Rhizopus oryzae ; saprofit pada bungkil kedelai , bermanfaat untuk pembuatan tempe

Rhizopus nigricans : Rhizopus yang menghasilkan asam fumarat

Mucor mucedo : Hidup pada roti, kotoran ternak, dan sisa makanan yang mengandung karbohidrat.

Pilobolus : Hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi

-Beauveria bassiana : Jamur ini hidup parasit pada insecta yang menyerang larva serangga.

4.2.2.  Latihan 2

1) Diskusikan dengan temanmu apa akibatnya jika di suatu daerah , jamur tidak dapat hidup

2) Jelaskan proses terbentuknya zigospora pada divisi Zygomycota!

3) Jelaskan ciri-ciri jamur tempe / Rhizopus oryzae

4.2.3. Kunci Jawaban Latihan 2

1)  Kaitkan dengan salah satu sifat dari jamur

2)  Kalian dapat menjelaskannya dengan cara mengamati bagan life cycles dari jamur Zygomycota

3)  Lakukan pengamatan di bawah mikroskop dari jamur tempe, kemudian amati struktu tubuhnya dan tariklah kesimpulan dari ciri-ciri jamur tempe.

4.2.4. Rangkuman

Divisi Zygomycota umumnya merupakan jamur darat, terdapat di permukaan atau di dalam tanah, ada yang bersifat saprofit atau parasit, hifa bersekat melintang atau tidak, dinding selnya mengandung kitin . Reproduksi aseksual dengan fragmentasi atau pembentukan spora, sementara reproduksi seksualnya dengan pembentukan zigospora melalui proses konyugasi.

4.2.5. Tes Formatif 2

 Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, dengan cara memberi  tanda silang pada huruf a,b,c,d dan e.

1. Which of the following is a difference between plants and fungi?

a. Plants have diploid and haploid phases, and fungi only have haploid stages.

b. Fungi have cell walls.

c. Fungi are heterotrophic and plants are autotrophic.

d. Plants produce spores.

e. Fungi are strictly asexual and plants undergo sexual reproduction.

2. Fungi of the division Zygomycota are recognized on the basis of their production of ______ during sexual reproduction.

a. saclike structures

b. lichens

c. fruiting bodies

d. a dikaryotic structure

e. flagellated zoospores

3. Fungi are classified on the basis of

a. their source of food.

b. whether they form molds.

c. their sexual stage.

d. their commercial use.

e. the number of nuclei that are found in a dikaryon

4. Jenis jamur berikut yang  termasuk Zygomycota adalah ….

a. Rhizopus

b. Aspergillus

c. Saprolegnia

d. Saccharomyces

e. Neurospora

5. Jamur Zygomycota  menyerap makanannya melalui ….

a. seluruh bagian tubuh

b. hifa

c. sporangium

d. stolon

e. rizoid

4.2.6. Umpan balik dan tindak lanjut

Cocokkanlah hasil jawaban kalian dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban kalian yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan kamu terhadap materi Kegiatan belajar 1.

Tingkat Penguasaan  = Jumlah jawaban yang benar x  100%

5

Arti Penguasaan yang anda capai :

90% – 100%  = baik sekali

80% – 89 %   = baik

70% – 79 %   = cukup

– 69%    = kurang

Jika tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus !, akan tetapi apabila tingkat penguasaan anda kurang dari 80% , anda harus mengulang materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang masih belum anda kuasai.

 

Selamat mempelajari, semoga bermanfaat !

PICT0311 

 

 

 

 

 

 

Posted by   @   4 Oktober 2009 30 comments
Tags :

30 Comments

Muslim Corporation Cyber



Login