1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...Loading...

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA (HUMAN DIGESTION SYSTEM)

Filed in Biologi , Konten Bahan Ajar 16 comments

Penyusun : Dra. Elin Darliah

(Guru Biologi kelas XI SMAN 2 Tasikmalaya)

1. Standar Kompetensi :

 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

 2. Kompetensi Dasar :

 3.3 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kaelainan /penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencerna-an makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminan-sia).

 3. Indikator :

  • Mengidentifikasi organ penyusun sistem pencernaan makanan manusia. 
  • Menjelaskan proses pencernaan makanan, seperti karbohirat, lemak, protein.  
  • Mengidentifikasi  alat/kelenjar  yang berhubungan dengan sistem pencernaan makanan
  • Menjelaskan peranan  enzim enzim pencerna
  • Menjelaskan kemungkinan penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia.
  • Mengidentifikasi cara menghindari/merehabilitasi penyakit/gangguan sistem pencernaan.

4. Kegiatan Belajar

    4.1. Kegiatan Belajar 1                                                           

    4.1.1. Uraian dan Contoh

 Saluran Pencernaan memberi tubuh persediaan akan air, elektrolit, dan makanan yang terus menerus. Untuk mencapai hal ini , dibutuhkan :

(1)   pergerakan melalui saluran pencernaa;

(2)   sekresi getah pencernaan dan pencernaan makanan;

(3)   absorpsi hasil pencernaanm, air dan berbagai elektrolit;

(4)   sirkulasi darah melalui organ – organ gastrointestinal untuk membawa zat zat yang diabsorpsi; dan

(5)   pengaturan semua fungsi ini oleh sistem syaraf dan hormonal.

 The digestion system of human body can be divided become alimentary canal ( 9 meters) and alimentary glands.

Alimentary canal is started from mouth to anus.    

 Saluran pencernaan tersebut  terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.
Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

klik gambar di bawah ini untuk mengaktifkan animasi…!

  

1. RONGGA MULUT (CAVUM ORIS)

 Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan dan sistem pernafasan.
Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir.

 Proses mengunyah terjadi di dalam mulut. Mengunyah makanan bersifat penting untuk pencernaan semua makanan, selain itu mengunyah akan membantu pencernaan makanan untuk alasan sederhana yaitu karena enzim enzim pencernaan hanya bekerja pada permukaan partikel makanan.

 Dalam proses mengunyah terjadi proses mencerna secara mekanik maupun secara kimiawi. Secara mekanik dilakukan oleh gigi dan dengan bantuan lidah, secara kimiawi karena adanya kerja enzim pencerna.

 a. Glandula/kelenjar saliva  dalam mulut

Saluran dari kelenjar liur di pipi (glandula parotis), dibawah lidah (Glandula sublingualis)  dan dibawah rahang (Glandula submandibularis) mengalirkan isinya ke dalam mulut.

 Pada saat makan, aliran dari ludah membersihkan bakteri yang bisa menyebabkan pembusukan gigi dan kelainan lainnya.
Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung

 

                 Gambar 2

Kelenjar parotis (1), kelenjar sublingual (2)

      dan kelenjar submandibularis (3)

Pengeluaran air liur biasanya diatur oleh rangsangan syaraf, misalnya karena terstimulasi oleh aroma makanan. Pada saat membaui aroma makanan tertentu, apa yang kalian rasakan pada daerah di sekitar lidah ?

 Sekresi saliva normal sehari – hari berkisar 800 – 1500 ml dengan pH 6,0 – 7,0.

Fungsi air ludah adalah untuk :

 –          Melindungi lapisan lunak rongga mulut dari kerusakan akibat dari gesekan.

–          Melumasi makanan supaya lebih mudah ditelan

–          Ludah mengandung buffer yang membantu mencegah pembusuka geligi dengan cara ,menetralkan asam dalam mulut.

–          Zat antibakteri dalam ludah juga akan membunuh banyak bakteri yang memasuki mulut melalui makanan.

Saliva mengandung dua tipe sekresi protein yang utama :

(1)    sekresi serus yang mengandung ptialin (suatu α amilase ludah), yang merupakan enzim yang mencernakan pati (polimer glukosa dari tumbuhan) dan glikogen (polimer glukosa dari hewan).dan

(2)    sekresi mukus yang mengandung musin untuk tujuan pelumasan dan perlindungan permukaan.

 b. Lidah

 

                            Gambar 3

                Papila – Papila di Lidah

Di dasar mulut terdapat lidah, yangnberfungsi untuk merasakan dan mencampur makanan. Makna penting dari pengecapan terletak pada fakta bahwa hal itu memungkinkan manusia memilih makanan sesuai dengan keinginannya dan mungkin juga sesuai dengan kebutuhan jaringan akan substansi nutrisi tertentu.

 Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah.

Terdapat  3 jenis papila di lidah Yaitu :

–          papila filiformis

–          papila fungiformis

–          papila circumvallate

Di dalam papila ini tersebar kuncup – kuncup rasa /taste bud yaitu daerah yang memiliki reseptor untuk menerima impuls dan akan  mengirimkan impuls rasa ini menuju sistem syaraf pusat.

 

                            Gambar 4

         Daerah sensasi  rasa di Lidah 

Sensasi utama . pengecapan terbagi menjadi empat kategori yaitu  asam , asin, manis dan pahit.

Seorang manusia dapat menerima beratus ratus pengecapan yang berbeda . Semua itu merupakan kombinasi dari sensasi sensasi dasar dengan cara yang sama seperti kita melihat warna , yang merupakan kombinasi dari ketiga sensasi warna utama.

Rasa asam. Rasa asam disebabkan oleh asam, dan intensitas dari ion hidrogen. Semakin asam suatu asam , makin kuat sensasi yang terbentuk.

Rasa Asin. Rasa asin dibentuk oleg garam garam yang terionisasi . Kualitas rasanya berbeda beda antara garam yang satu dengan garam yang lainnya karena garam juga membentuk sensasi rasa yang lain selain rasa asin. Kation dari garam terutama berperan membentuk rasa asin, tetapi anionnya juga ikut berperan walaupun kecil.

 Rasa Manis. Rasa manis tidak dibentuk oleh satu golongan kelas substansi kimia saja. Beberapa tipe substansi kimia yang menyebabkan rasa ini mencakup gula, glokol,alkohol, aldehid, keton,amida,ester,asam amino, beberapa protein kecil, asam sulfonat,asam halogenasi dan garam-garam anorganik dari timah dan berilium. Perhatikan bahwa kebanyakan substansi yang membentuk rasa manis adalah substansi kimia organik .

 Rasa pahit. Rasa pahit ,seperti rasa manis tidak dibentuk hanya oleh satu tipe substansi kimia, tetapi substansi yang membentuk rasa pahit hampir seluruhnya merupakan substansi organik. Dua golongan substansi tertentu yang cenderung menimbulkan rasa pahit adalah (1) substansi organik rantai panjang yang mengandung nitrogen dan  (2) alkaloid . Alkaloid meliputi banyak zat yang digunakan dalam obat obatan seperti kuinin, kafein,striknin, dan nikotin.

 Lidah akan mengecap makanan, memanipulasinya selama pengunyahan dan membantu membentuk makanan menjadi bolus . Selama penelanan, lidah akan mendorong bolus ke bagian belakang rongga mulut dan akhirnya ke dalam faring.

  c. Gigi   

                                   Gambar 5,

                        Bagian  Rongga mulut

Gigi sudah dirancang dengan sangat tepat untuk mengunyah, gigi anterior (insisivus) menyediakan kerja untuk memotong yang kuat, dan gigi posterior (molar) menyediakan kerja untuk menggiling.

c.1. Gigi susu

gigiaulia

                     Gambar 6,

               Formula gigi susu

rumus gigi susu

Jumlah total gigi susu ada 20. masing-masing rahang atas dan rahang bawah ada 10 gigi. 4 gigi yang terletak paling depan adalah gigi insisif atau biasa disebut gigi seri. lalu disebelahnya (gigi ke3 bila dihitung dari midline) adalah kaninus atau yang biasa kita sebut taring. kemudian 2 sisanya yang terletak paling belakang adalah gigi geraham (molar). disebutkan dari depan adalah Insisif 1, insisif 2, kaninus, molar 1 dan molar 2.

 c.2. Gigi permanen

Pada gigi permanen. gigi geraham susu digantikan oleh gigi premolar dan bukan geraham permanen. geraham permanen tumbuh di belekang gigi premolar. dan berjumlah 3 untuk setiap bagian. sehingga gigi permanen seluruhnya berjumlah 32 gigi. bila disebutkan dari depan adalah Insisif 1, insisif 2, kaninus, premolar, premolar 2, molar 1, molar 2 dan molar 3.

permanent_teeth

                                    Gambar 7;

                          Penampang gigi tetap

d. Struktur gigi

                                                                

anatomi_gigi2

 

                                                     Gambar 8;

                                                 Struktur gigi

Struktur jaringan keras gigi

 Secara klinis, gigi terdiri mahkota, leher gigi, dan akar gigi. Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat pada rongga mulut, akar adalah bagian gigi yang tertanam pada tulang rahang, dan leher gigi adalah bagian pertemuan mahkota dengan akar.
Struktur gigi terdiri dari 4 bagian yaitu enamel, dentin, pulpa, dan sementum.

Mahkota tersusun atas:

–          enamel/email (bagian terluar),  adalah lapisan terluar gigi, yang menutupi seluruh mahkota gigi dan merupakan bagian tubuh yang paling keras dan dibentuk oleh sel-sel yang disebut ameloblast. Jaringan email adalah struktur kristalin yang tersusun oleh jaringan anorganik 96 %, material organik hanya 1 % dan sisanya adalah air. Komposisi ini membuat sifat email gigi mirip seperti keramik.

      Meskipun sangat keras, email rentan terhadap serangan asam, baik langsung dari makanan atau dari hasil metabolisme bakteri yang memfermentasi karbohidrat yang kita makan dan menghasilkan asam. Pola makan yang kaya asam akan mempercepat kerusakan email gigi. Demikian juga pada penderita penyakit tertentu misalnya bulimia yang selalu memuntahkan kembali makanan yang baru dimakan, di mana makanan yang dimuntahkan tersebut telah bercampur dengan asam lambung sehingga bersifat erosif bagi gigi.

–          dentin,  merupakan struktur penyusun gigi yang terbesar. Jaringan ini jauh lebih lunak dibandingkan email karena komposisi material organiknya lebih banyak dibandingkan email yaitu mencapai 20 %, di mana 85 % dari material organik tersebut adalah kolagen. Sisanya adalah air sebanyak ± 10 % dan material anorganik 70 %.

      Secara anatomis, dentin sangat berhubungan erat dengan jaringan pulpa.

Secara mikroskopis, dentin berbentuk seperti saluran yang disebut tubuli dentin dan berisi sel odontoblast dan cairan tubuli dentin. Sel ini dianggap sebagai bagian dari dentin maupun jaringan pulpa karena badan selnya ada di rongga pulpa namun serabutnya (yang disebut serabut tomes) memanjang ke dalam tubuli-tubuli dentin yang termineralisasi. Serabut tomes inilah yang membuat dentin dianggap sebagai jaringan hidup dengan kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang fisiologis maupun patologis.

–           pulpa (bagian terdalam).

      Pulpa adalah suatu rongga yang berisi pembuluh darah dan persyarafan bagi gigi. Pulpa gigi banyak memiliki kemiripan dengan jaringan ikat lain pada tubuh manusia, namun ia memiliki karakteristik yang unik. Di dalam pulpa terdapat berbagai elemen jaringan seperti pembuluh darah, persyarafan, serabut jaringan ikat, cairan interstitial, dan sel-sel seperti fibroblast, odontoblast dan sel imun.

           Di dalam pulpa, terdapat dua jenis serabut syaraf yaitu serabut syaraf bermyelin (serabut A) dan tanpa myelin (serabut C). Serabut sensorik pada pulpa berasal dari syaraf trigeminal dan memasuki ujung akar pulpa melalui foramen apikal. Serabut syaraf A terletak di daerah perbatasan dentin-pula, dan bila terstimulasi maka akan terasa rasa sakit yang tajam. Sedangkan serabut syaraf C terdistribusi di seluruh kamar pulpa, bila serabut syaraf tipe ini terangsang maka akan terasa rasa sakit yang lebih berat dan biasanya gigi telah mengalami cedera, misalnya karena benturan atau karies mencapai pulpa

     Akar tersusun atas:

–          sementum (bagian terluar), Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas:
Lapisan semen, merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.
Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi.

–          dentin, dan

–           pulpa (bagian terdalam). Pada pulpa gigi terdapat banyak pembuluh saraf dan pembuluh darah.

 2.  Faring

 Faring merupakan daerah yang kita sebut sebagai kerongkongan, di bagian atas faring terdapat persimpangan yang menuju ke esofagus dan trakea (batang tenggorokan). Pada permukaan faring terdapat penutup dari tulang rawan yang disebut sebagai epiglottis. Ketika kita menelan , epiglotis menutup lubang yang menuju tenggorokan untuk melindungi sistem pernapasan terhadap masuknya makanan atau cairan selama penelanan.

 3. Esofagus

 Esofagus mengalirkan makanan dari faring turun menuju lambung . Gerakan peritaltis akan mendorong bolus sepanjang esofagus yang sempit. Otot pada bagian atas paling atas esofagus adalah otot lurik (otot sadar). Dengan demikian tindakan penelanan dimulai secara sadar , tetapi kemudian gelombang kontraksi tak sadar oleh otot polos pada sisa esofagus selanjutnya akan menggantikannya. Amilase ludah akan terus menghidrolisis pati dan glokogen sementara bolus makanan lewat melalui esofagus. 

 

 Sumber teori :

  Arthur C. Guyton,M.D.,(1992), Human Physiology and Mechanisms of Disease, Saunders Company.

 Campbell Reece-Mitchell, (2002), BIOLOGI, Erlangga , Jakarta.

 Guyton & Hall, (1997), FISIOLOGI KEDOKTERAN, EGC, Jakarta.

 Wiiliam F.Ganong,MD.,  (1983), FISIOLOGI KEDOKTERAN, EGC.

                                                  

http://klinikdoktergigi.com/email-gigi/

 http://gigi.klikdokter.com/subpage.php?id=5&sub=25

 

 

 

 

Posted by   @   11 Januari 2010 16 comments

16 Comments

Muslim Corporation Cyber



Login