1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading ... Loading ...

proses daur ulang plastik

Filed in Pendidikan Lingkungan Hidup 27 comments

Limbah Plastik

Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).

Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.

Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)

Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).

Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.

Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks

Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).

Proses daur ulang plastik dengan menggunakan mesin khusus:

  1. Sortir, memisahkan bahan baku dan membuang material/ benda asing yang tidak diharapakan masuk ke dalam proses daur ulang.
  2. Pemotongan dan merajang plastik dalam bentuk asalnya (kantong atau lembaran plastik.
  3. Pencucian agar tidak menggangu proses penggilingan, dg cara Prewashing menggunakan media cair sebagai sarana untuk memisahkan material-material asing terutama agar tidak ikut dalam proses selanjutnya yaitu Pencucian Tahap 2 menggunakan mesin friction waterdimana materi dicuci kembali oleh ulir menanjak yang berputar pada putaran tinggi sehinggga hasil dari friksi dapat melepaskan material asing yang masih terdapat pada bahan.
  4. Pengeringan secara mekanik yaitu dengan memeras material dengan gerakan memutar sehingga air dapat keluar dan dengan menguapkan air pada suhu tertentu agar bahan benar-benar terbebas dari suhu yang melekat.
  5. Pemanasan yaitu material yang telah bersih dari pengotor dilelehkan dengan proses pemanasan material pada suhu 200 derajat C dimana suhu panas dihasilkan oleh heater dan selanjutnya lelehan dialirka untuk menuju proses penyaringan.
  6. Penyaringan dilakukan dengan lembaran besi yang dilobangi sebesar kira-kira 4mm di seluruh permukaannya, agar menjadi lelehan plastik akan melewati saringan ini untuk menghasilkan lelehan plastik berbentuk silinder panjang yang nantinya akn dipotong-potong.
Posted by iis_rahmi   @   20 Maret 2010 27 comments

27 Comments

Komentar
Jan 13, 2011
15:52
1 pembuat teh :

kurang kumplit tanpa fhoto

Feb 3, 2011
23:40
2 reja :

kk saya mau nanya , apa ja sich barang-barang yang bisa dibuat dari limbah plastik,
tolong kirim segera jawabannya ke’email saya yah,
please…….

Feb 12, 2011
00:28
3 amir :

sayang infonya kurang komplit. coba tambah lagi bagaimana cara melelehkan plastik dan cara mencetak, sehingga menjadi sebuah bentuk yg diinginkan. ditunggu kirimannya….

Feb 12, 2011
08:55
4 eka enje :

kurang lengkap dikit :)

Mar 3, 2011
15:48
5 abidin m awi :

coba ajak siswa2 siswi kreatif..mereka diajak berpikir bagaimana mengolah limbah plastik tanpa menimbulkan efek negatif..andai ada tingkatan pengolahan sampai menjadi barang efek proses sangat rendah..misal dilebur lalu dibentuk tapi leburan itu tdk membuat/menjadi polutan yang mengikis oksigen menjadikannya sebagai penambah pencemaran..(plastik + Zat tertentu yg dpt menetralisir lebih rendah tingkat pencemarannya+ alat yg digunakan untuk peleburan..

Mar 6, 2011
12:16
6 fitri :

mbok ya di kasih foto,biyar tambah menarik..

Apr 4, 2011
14:14

hhahah
bagus tapi ada yang kurang
gambarnya mana???
ga lengkap deh…

Apr 25, 2011
07:05
8 ryan :

kurang komplit ga sampai proses pencetakan

Mei 11, 2011
14:05
9 ayu :

gk lengkap kurang proses na

Mei 12, 2011
13:29
10 bams :

terimakasih atas info.a…. salam kenal

Mei 17, 2011
16:05
11 isa :

tanks ya atas invonya nie aku jdi bersemangat untuk menjaga lingkungan………..?

Mei 20, 2011
20:32
12 re2myblogg :

memang cara daur ulang plastik agak sulit daripada kertas. namun, sebuah penelitian menunjukkan plastik bisa diurai oleh tanah dengan bakteri khusus selama 3 bulan..

Jun 2, 2011
19:22
13 Me :

Info nya dapat menyelesaikan tugas saya.

Thanks…..

Jun 13, 2011
09:24
14 fhea :

.terlalu singkat.
.kurang komplit,cara pencetakannya,& media yang di gunakan untuk mencetak belum ada

Sep 15, 2011
19:56
15 farida :

Terus berkarya u mencari cr daur ulang yg lbh efektif.tebarkan ilmu terus.trims info yg sd ada

Sep 16, 2011
10:52
16 deni irawan wahyu :

thanks,saya sangat tertarik sekali.info kurang lengkap.saya butuh info bagaimana plastik dilelehkan atau sicairkan,bagaimana melepas dari cetakan.kalau berkenan tolong di jelaskan lebih detail.saya punya cita2 ingin mengurangi limbah plastik terutama kantong plastik (kresek).ditunggu infonya di email

Sep 23, 2011
00:27
17 agus :

q mw tw cara meleburkan plastik yg mudah agar jd cair ada pa gk

Sep 23, 2011
00:30
18 agus :

tolong kasih tw caranya melebur plastik yg pling mudah .soalnya q mw buat hasta karya dari plastik bekas tp q gk tw cara meleburkanya.tlng konfirmasi scptnya y tanks

Nov 21, 2011
13:46
19 wina :

plastik yang udah di daur ulang bisa gak dijadiin souvenir yang unik dan mempunyai harga jual…?????makasih

Jan 7, 2012
11:43
20 Mr. Imron :

aku pengen mengurangi plastik disekitar lingkunganku. bagaimana tindak lanjutnya ketika saya sudah mengumpulkan banyak. adalah mesin yang dapar menghancurkan sehingga dapa bernilai finansial. disamping membersihkan lingkungan, itung – itung juga sebagai pekerjaan.

Jan 29, 2012
09:09
21 suprialsa :

coba penjelassannya lebih detail lagi mungkin banyak rekan2 yg antusias dalam membantu mengurangi limbah yg ada di tempat mereka smua, salam grean clean .
jgn lupa gbrnya biar bisa lgsg di kerjakan

Jan 29, 2012
09:13
22 suprialsa :

coba penjelassannya lebih detail lagi mungkin banyak rekan2 yg antusias dalam membantu mengurangi limbah yg ada di tempat mereka smua, salam grean clean . jgn lupa gbrnya biar bisa lgsg di kerjakan

Mei 9, 2012
18:31
23 zizka :

mkasii yha,, tolong dong buka n join blog saya,,
untuk keperluan tugas 100 visitor n 50 follower,,

fransisca26.blogspot.com

mohon bantuanyya yhaa,,

Nov 3, 2012
12:16
24 Adisti :

Ini sebagian sama dengan yang disini:
http://onlinebuku.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang-recycle/

Siapa nyontek siapa ya?

Apr 11, 2013
09:29
25 ma idos :

hey ,bung mo the fakey in the mow

Agu 6, 2013
14:54
26 naels :

penjelasan yang menarik dan bila di tambah dengan foto lebih bagus lagi trims

Sep 22, 2014
03:50
27 A :

Y

Tulis Komentar

Name

Email

Website

*

Previous Post
«
Next Post
»
CrossBlock designed by DeltaManual.Com | In conjunction with Web Hosting | Web Hosting | Reverse phone